Kader Muda NU Bogor Kenalkan Nilai-nilai Moderasi di Forum Internasional Pemuda Untuk Perdamaian di Bahrain

E-mail Print PDF
User Rating: / 1
PoorBest 

Pembina dan mantan Ketua PC IPNU Kabupaten Bogor Ahmad Zulfiqor menegaskan bahwa nilai-nilai moderasi dan toleransi yang dianut oleh Organisasi Nahdlatul Ulama di Indonesia bisa menjadi prinsip acuan  dalam mewujudkan perdamaian dunia.

“Akar permasalahan konflik di berbagai Negara adalah ketiadaan ruang dialogis untuk menerima perbedaan. Perdamaian pun akan semakin jauh asap dari panggang. Nahdlatul Ulama sebagai organisasi massa Islam terbesar di Indonesia bahkan di dunia bisa menjadi contoh pergerakan dalam mewujudkan perdamaian yang dicita-citakan oleh seluruh bangsa. Di dalam NU nilai-nilai tawazun, tawasuth, tasamuh dan I’tidal sangat dijunjung tinggi dan sudah menjadi prinsip perjuangan NU, sehingga tidak heran jika NU banyak dikenal sebagai organisasi yang sangat moderat dan sangat menghargai perbedaan ”.

Hal itu disampaikanya dihadapan ratusan delegasi dari berbagai Negara pada forum “International Youth Conference for Peace” yang dihelat di Gulf Convention Centre Manama Kerajaan Bahrain.

Kegiatan yang dilaksanakan selama empat hari dari tanggal 20-24 September 2013 digagas dan difasilitasi oleh Kerajaan Bahrain bekerjasama dengan PBB. Lima tema utama yang dibahas di forum ini yaitu Youth, Peace and economic development, Youth, peace and modern technology, Peace and Social Justice, Peace and Sportsmanship, Peace and Experiments Made on Peaceworldwide.

Hal yang paling disorot pada kegiatan konferensi ini adalah isu ‘Arab Springs’ dan Konflik antara Palestina dan Israel. Selain kedua isu tadi, para peserta konferensi juga menhujani forum dengan kritikan pedas atas kebijakan Amerika Serikat yang seringkali mengatasnamakan misi perdamaian pada beberapa invasi di Timur Tengah maupun kawasan lain, yang sejatinya aktifitas tersebut adalah sebuah peperangan dan sangat bertolak belakang dengan misi perdamaian dunia.

Konferensi yang dibuka langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Kerajaan Bahrain Syeikh Nasser bin Hamad Al Khalifa ini diharapkan menjadi ajang inisiasi dan penyatuan persepsi tentang hakikat perdamaian secara universal kepada para pemuda di seluruh dunia.

Diharapkan setelah kegiatan ini, para delegasi bisa menjadi duta-duta perdamaian serta mengkampanyekan nilai-nilai kebaikan di negaranya masing-masing.

Indonesia sendiri turut andil dalam kegiatan prestisius ini dengan mengirimkan delegasinya sebanyak dua orang. Pertama adalah rekan Ahmad Zulfiqor  yang merepresentasikan NU dan saudara Beni Pramula dari aktivis muda Muhammadiyah.

 Total Dibaca: 3685 kali.

Statistik Web

chCounter: MySQL error!
Error number: 0

Script stopped.