NU Bogor Bahas Pemikiran HTI

E-mail Print PDF
User Rating: / 0
PoorBest 

Bogor, 14 Mei 2017, NU.Online
Kegelisahan Nahdliyin Kabupaten Bogor, terhadap gerakan dan Pemikiran HTI di kabupaten Bogor, membuat Nahdliyin Bogor Resah dan gundah, terutama konsep khilafah yg dipaksakan, hal inilah yg membuat PCNU Kabupaten Bogor menggagas Kongkow bersama yang bertemakan "Menyikapi Pemikiran HTI"
Katib Syuriah PCNU Kab.Bogor,KH.Aim Zaimuddin dalam paparannya, mengatakan bahwa, hasil Munas NU tahun 2014, Islam tidak menetapkan bentuk.negara, baik imamah, mamlakiah, jumhuriyah maupun khilafah", jadi "Khilafah adalah konsep yang.tidak tepat untuk konsep kenegaraan di indonesia, dan bagi NU, NKRI adalah konsep yg sudah Final dalam kehidupan bernegara"tegas Aim.Saat ditemui NU Online, Aim mengatakan "NU adalah jam'iyah.yang membawa keadilan, menentramkan, membangun, dan NU akan terasa manis dimulut orang orang baik, dan terasa Pahit dimulut orang orang jahat." Aim menambahkan bahwa  KH Hazim Asy'ari, menghimbau agar semua kalangan, kaya, miskin, ulama, santri dsb agar segera bergabung masuk pada jamiyah NU. Organisasi ini adalah organisasi yg mengusung keadilan, persamaan, kelembutan, kasih sayang, terikat erat lahir dan bathin. Maka sikap kita terhadap firqah islam yg lain agar ditekankan dengan kelembutan, jangan sampai brutal" jelas Aim mengutip Qoonun Asasi.
Sementara itu Kanit Intel Polres Kab.Bogor, Agustinus Manurung (islam.red) mengatakan , Bahwa, pada awalnya saya kira yg khawatir hanya saya pribadi. Ternyata saya punya teman, yg sedang punya kegelisahan yg sama tentang negara dari ancaman aliran kiri dan kanan.
"Adapun soal HTI, yg ingin menegakkan Khilafah sebenarnya bukan hanya HTI, kelompok wahabi juga sama." Tambah Agustinus."Penegakan Hukum terhadap upaya makar, harus ada payung hukum yang tegas, aparat tidak bisa bertindak, "Kami baru bisa memantau. Dan mohon pemerintah agar didorong bisa memproduk hukum utk penanganan kelompok-kelompok anti pancasila" tegas Agus.
Staff BNPT, Dicky Sofyan, yg juga ketua Lakpesdam NU Kab.Bogor mengatakan, Dicky Sofyan, saya sepakat dgn apa yg disampaikan oleh achmad Ikrom, ummat islam jangan sampai mengulangi ijtihad yg salah. Karena faham kelompok-kelompok radikal teroris hampir semuanya punya sanad nyambung pada karto suwiryo penggerak DI/TII yg memberontak negara yg sdh sah merdeka." HTI, KW-9, Ansharut Tauhid dan juga pengebom itu punya sanad nyambung sampai penggerak disintegrasi bangsa tempo dulu." Jelas Dicky.
Dalam akhir acara ketua PCNU Kab.Bogor, KH.Romdon mengatakan, bahwa NU jelas jelas menentang keras Organisasi yang menolak Pancasila dan NKRI, dan Negara harus tegas bertindak, "Negara harus bertindak tegas, kalau perlu bubarkan" tegas romdon.
Kongkow yang dihadiri lebih dari 300 orang yang terdiri dari MWC sekabupaten bogor, Lembaga,Lajnah dan Banom NU, berharap kongkow ini menghasilkan sikap tegas Nahdliyin Bogor terhadap.gerakan gerakan yang akan meruntuhkan NKRI.(akhsan)

 Total Dibaca: 645 kali.

Statistik Web

chCounter: MySQL error!
Error number: 0

Script stopped.